Potensi Pemanfaatan Bioresource di Kawasan Tropis Asia Tenggara untuk Kesejahteraan Mental Manusia

 


1. Pendahuluan

Annona muricata adalah spesies tanaman tropis yang memiliki khasiat obat yang terbukti secara ilmiah termasuk aktivitas antikanker, antiinflamasi, antimikroba, dan hipoglikemik. Oleh karena itu, banyak tanaman obat yang digunakan secara tradisional saat ini sedang diselidiki untuk memproduksi obat nabati. Misalnya Vinblastine, alkaloid alami yang diisolasi dari tanaman Catharanthus roseus untuk mengobati sejumlah jenis kanker. Ekstrak tumbuhan alami untuk obat juga bekerja lebih baik bila digunakan bersama dengan nanokomposit hidrogel dibandingkan dengan obat sintetik yang banyak memberikan efek samping negatif bagi konsumen. Farmasi berbasis fito sedang booming dalam beberapa tahun terakhir karena banyak orang mencari obat-obatan yang bebas efek samping. Tanaman bunga daerah tropis yang banyak mengandung antosianin seperti Hibiscus rosa-sinensis L. Clitoria ternatea L. dan Hibiscus sabdariffa L. merupakan pewarna makanan alternatif yang baik dibandingkan dengan cochineal yang banyak digunakan yang berasal dari serangga Dactylopius coccus. Benih Citrofortunella microcarpa, Hibiscus sabdariffa dan Artocarpus heterophyllus banyak digunakan di Daerah Tropis untuk ekstraksi minyak karena nilai gizinya yang tinggi dan sifat antioksidannya.Kesehatan dan kesejahteraan manusia bergantung pada pasokan makanan yang cukup seimbang dan aman. Namun, karena peningkatan populasi dan pertumbuhan urbanisasi, lahan pertanian dengan cepat digunakan untuk pembangunan perkotaan. Sistem pangan dan pertanian rentan terhadap berbagai risiko, termasuk kejadian 

cuaca ekstrem dan perubahan iklim, ketidakstabilan pasar, dan ketidakstabilan politik. Sekitar 7.000 spesies tanaman telah digunakan di seluruh dunia dalam pangan dan pertanian. Namun, sekitar 30 tanaman menyediakan hingga 95% kalori dalam makanan manusia, di antaranya, empat tanaman menyumbang 60% pasokan energi manusia [8]. Diperlukan pendekatan baru untuk menjamin ketahanan pangan dan gizi. Hal ini harus menjadi solusi yang berkelanjutan, tangguh, dan praktis. Makalah ini harus dibaca sebagai informasi 

mengenai pemanfaatan tanaman potensial yang tersedia di Asia Tenggara untuk kesejahteraan mental manusia. Penerapan herbal dalam takhayul dan ritual penyembuhan di Asia Tenggara akan dijelaskan sebagai saran arah untuk penelitian di masa depan.


2.  Metodologi

Penelusuran tinjauan literatur online dilakukan hingga September 2021 untuk menyusun tinjauan ini. Data dikumpulkan dari berbagai database seperti Google, Medline, PubMed, PLOS One, BMC, NCBI, Science Direct, STUARTXCHANGE, Wiley online dan situs online lainnya menggunakan istilah kunci pencarian berikut: negara-negara Asia Tenggara, tanaman obat, tanaman yang kurang dimanfaatkan, etnofarmakologi, kesejahteraan mental, ritual penyembuhan, sihir, produk alami, farmakognosi.



3. Tanaman Tradisional yang Kurang Dimanfaatkan dan Potensinya

Tanaman yang kurang dimanfaatkan berlaku untuk tanaman potensial dan berguna yang terpinggirkan namun belum dimanfaatkan sepenuhnya. Tanaman-tanaman ini memiliki tiga karakteristik, yaitu: diproduksi dan dikonsumsi secara lokal atau ditanam secara liar, kurangnya informasi ilmiah mengenai tanaman tersebut, nilai pasar saat ini relatif rendah dibandingkan nilai pasar potensial karena adanya asumsi bahwa tanaman-tanaman tersebut penting untuk memberi makan masyarakat miskin pedesaan. Tanaman yang kurang dimanfaatkan juga kaya akan nutrisi dan senyawa yang meningkatkan kesehatan dengan efek pencegahan terhadap malnutrisi dan beberapa penyakit kronis. 


4. Penerapan Kesehatan Manusia dan Sumber Daya Hayati

Banyak tanaman herbal di Asia Tenggara yang secara tradisional digunakan untuk mengobati hipertensi, kecemasan, menyeimbangkan suhu tubuh, anti inflamasi dan masih banyak lagi. Tabel menunjukkan daftar tanaman yang kurang dimanfaatkan di negara-negara Asia Tenggara dan penggunaan tradisionalnya untuk kesehatan mental. Misalnya, di Indonesia Elateriospermum tapos, Syzygium polyanthum, Guazuma ulmifolia dan Dioscorea hispida) digunakan dalam bentuk minuman obat, salad atau makanan oleh penduduk setempat untuk mengobati hipertensi . Sama halnya di Kamboja dan Filipina, tumbuhan lokal seperti Acacia pennata, Oroxylum indica, Blumea balsamifera, dan Jussiaea erecta digunakan untuk mengobati sakit kepala dan hipertensi. Sedangkan di Malaysia, selain tanaman herbal dikonsumsi untuk menenangkan pikiran dari depresi dan stres, tanaman juga secara tradisional dikonsumsi untuk mengubah suhu tubuh dan energi. Misalnya tanaman Tinospora crispa dan Smilax calophylla yang direbus dan dikukus sebelum dikonsumsi untuk mengatur suhu tubuh


5. Kesimpulan

Pola makan dan kesehatan saling berhubungan dan kesehatan memerlukan makanan yang sehat dan bergizi. Keanekaragaman hayati Asia Tenggara menawarkan banyak varietas baru tanaman obat atau tanaman pangan yang telah dikonsumsi penduduk setempat selama berabad-abad. Selain itu, banyak tumbuhan yang digunakan dalam ritualdengan keyakinan dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan menenangkan roh. Pengetahuan kuno atau tradisional ini dapat bermanfaat dalam menemukan obat untuk penyakit modern yang dipengaruhi oleh gaya hidup yang sibuk saat ini. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan pada tanaman obat di Asia Tenggara, kami tidak dapatmengumpulkan semua data yang dihasilkan dari penelitian “omics” yang biasanya terlalu besar untuk dianalisis dengan metode konvensional. Mengeksplorasi wawasan baru dari praktik tradisional dalam penggunaan pabrik lokal danmanfaatnya memerlukan pengembangan metode canggih dalam teknologi informasi dan pembelajaran mesin seperti superkomputer dan kecerdasan buatan.


Tugas PKKMB : Reni Yulihandayani

Komentar